KASIHILAH SESAMAMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI
 
Bumi Asih Jaya ASuransi

LINK MENU UTAMA

KURS BAJ

KURS INDEKS
7310 Kurs BAJ7310 Kurs BAJ7310 Kurs BAJ7310 Kurs BAJ 880 Kurs BAJ880 Kurs BAJ880 Kurs BAJ

VALAS

Sumber: BCA, dibuat: VS

ARTIKEL

Tips Memilih Produk Asuransi Jiwa Secara Bijak

          Banyak alasan atau faktor yang membuat seseorang menunda memiliki atau membeli produk asuransi jiwa. Ada yang beralas ...

Menjadi Penolong Saat Krisis
Asuransi Sebagai Perencanaan Keuangan Keluarga
Kualitas Seorang Pemimpin
Mulailah Berasuransi


Anda Pengunjung ke:

513436 Visitors513436 Visitors513436 Visitors513436 Visitors513436 Visitors513436 Visitors

 

Imbalan Nyaman di Asuransi

Kembali  | Lihat News Service Lain

Sudah bukan rahasia menjalani profesi sebagai seorang agen asuransi berpeluang membuat seseorang menjadi kaya raya.

Sering kali diulas di berbagai media massa, uang jutaan bahkan miliaran rupiah sebagai penghasilan sudah biasa dikantongi tenaga pemasar asuransi sehingga mereka pun tergabung dalam klub Million Dollar Round Table (MDRT).

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang duduk di manajemen di perusahaan asuransi? apa para eksekutif asuransi cukup puas dengan pendapatan mereka? Atau masih mengeluh gajinya kalah dari gaji dekan universitas negeri misalnya.

Harus diakui kilau pendapatan industri ini belumlah seseksi saudaranya industri perbankan, atau sektor lainnya sebut saja telekomunikasi atau pertambangan yang diperebutkan pencari kerja.

Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga berani blak-blakan. Hasil rapat umum pemegang saham Jamsostek pada 22 Juni 2009 tentang gaji manajamen diungkapkan secara resmi melalui paparan publik, padahal perseroan bukan listed company.

Gaji direktur utama Jamsostek tahun ini naik 36% dari Rp44 juta menjadi Rp60 juta. Besaran itu naik dari 2 tahun lalu yang sebesar Rp34,86 juta per bulan. Direksi lainnya mendapatkan 90% dari take home pay direktur utama.

"Alhamdulillah patut disyukuri karena gaji direksi Jamsostek paling tinggi dibandingkan dengan asuransi BUMN lain," kata Hotbonar.

Namun, kata Hotbonar, gajinya tak seberapa dibandingkan dengan para bankir. Boleh dikatakan pendapatannya underpaid dan jauh di bawah gaji direktur utama BRI, PLN dan Bank Mandiri yang 2,5 kali lipat alias Rp150 juta sebulan.

Tak hanya itu, direksi Jamsostek juga bisa iri dengan pendapatan pimpinan BTN dan Danareksa yang sama-sama BUMN tetapi take home pay-nya 50% lebih besar. Tambah miris, kalau melihat aset Jamsostek yang Rp76 triliun jauh di atas dua BUMN itu.

"Wah, BUMN asuransi jangan dijadikan contoh. Jadikan rujukannya adalah asuransi swasta," kata Hotbonar.

Dia mungkin benar. Mayoritas asuransi saat ini terus meningkatkan kewajiban terhadap karyawan dan tentu saja menaikkan imbalan dan tunjangan yang diterima eksekutif dan direksinya.

Naik tertinggi

Berdasarkan survei gaji per Mei 2009 yang dilakukan BTI Consultants/Kelly Services yang dilansir SWA, sektor asuransi (9%-13%) menjadi yang terdepan dengan tingkat kenaikan gaji yang lebih tinggi, diikuti minyak & gas (8%-12%) dan fast moving consumer goods (3%-11%).

Peringkat di bawahnya diisi sektor farmasi, logistik dan perkebunan yang masing-masing kenaikan gajinya 7%-10%. Kemudian, sektor perbankan dengan tingkat kenaikan 6%-10%, teknologi informasi (TI) 6,5%-9%, serta telekomunikasi 0%-9%.

Di sisi standar gaji, asuransi masih kalah dari migas, TI dan perbankan. Di industri asuransi, gaji CEO berkisar Rp100 juta-Rp150 juta, gaji direktur Rp60 juta-Rp80 juta, manajer senior Rp25 juta-Rp40 juta, manajer Rp15 juta-Rp25 juta, manajer junior Rp9 juta-Rp15 juta dan staf Rp3 juta-Rp7 juta.

Masih banyak yang belum menyadari income di industri asuransi cukup menggiurkan, apalagi sejak krisis 1998 industri tersebut membuktikan diri tahan banting dibandingkan dengan sektor lainnya.

"Saya rasa penghasilan direksi dan komisaris asuransi sekarang sudah masuk 10 besar. Hanya mungkin yang terjadi tidak merata, range-nya bisa sekitar Rp25 juta hingga Rp100 juta, bahkan ada yang di atas itu," tutur Wakil Dirut Bumida Julian Noor.

Antara joint venture dan lokal juga terjadi perbedaan yang mencolok dalam standar gaji, walaupun akhirnya bukan menjadi faktor penentu.

Pasalnya, perusahaan lokal yang berkinerja kinclong tak jarang menetapkan gaji lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang berafiliasi dengan pihak asing. Namun perusahaan asing kadang lebih jujur, data jaminan hari tua mereka di Jamsostek terlihat nyata.

"JV diuntungkan bahkan jika kinerjanya belum bagus karena sistem pengajian mereka sudah lebih mapan. Tapi untuk lokal yang kinerjanya bagus saya yakin tidak jauh beda dari mereka," imbuh Julian.

Sebagai patokan, gaji direktur eksekutif di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia lebih dari angka Rp20 juta. "Pastinya direktur dan komisaris di atas itu karena direktur eksekutif asosiasi tidak boleh lebih dari mereka," tutur Julian.

Akhir-akhir ini kecenderungan beberapa direksi dan tenaga ahli di industri asuransi memasang argo yang semakin tinggi. Hal itu dipicu karena supply sumber daya manusia yang begitu terbatas di industri.

Praktik bajak-membajak tenaga ahli dan orang yang duduk dalam manajemen perusahaan juga berpengaruh besar menyebabkan standar gaji semakin tinggi. Aktuaris menjadi salah satu profesi paling populer meski hampir tidak dikenali masyarakat luas.

"Di industri asuransi sendiri orang yang bagus itu cukup terbatas, sehingga akhirnya mahal. Selain itu, fungsi yang sangat spesifik itu jarang sehingga antara demand dan supply agak jomplang," ujar Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika Willy S. Dharma.

Pengalaman Hotbonar lain lagi, dia sempat membatalkan penerimaan seorang aktuaris dari asuransi jiwa asing karena standar gajinya di atas gaji dirut Jamsostek.

Namun, banyak asuransi yang cermat memberikan tunjangan lainnya seperti retention bonus, variable bonus sebagai bagian dari salary freeze increment dan hiring freeze, agar tenaga kerja terbaik tak hengkang.

Selain fasilitas standar seperti asuransi, mobil, rumah, dan jalan-jalan keluar negeri gratis, eksekutif asuransi juga mendapatkan pendapatan lain seperti perpajakan.

Di PT Prudential Life Assurance, misalnya, manajemen memberlakukan kebijakan remunerasi secara bersih alias tidak ada potongan pajak. Sebab, pajak penghasilan itu ditanggung Prudential.

Meskipun demikian, tenaga ahli di asuransi tetap saja mahal. Kalau sudah begitu, mungkin butuh asuransi gaji, agar jangan sampai modal perusahaan justru berisiko karena pendapatan eksekutifnya terus naik. (hanna.prabandari@bisnis.co.id/fahmi. achmad@bisnis.co.id)



(Bisnis Indonesia-Hanna prabandari dan Fahmi Achmad) BAJ-News Service, 03-09-2009 by: hanny.

Kembali | Lihat News Service Lain

 
Kontak Kami : 021 - 2800700

BAJ Live Help


   
69 Tahun
   

Yayasan Beasiswa

FORUM DISKUSI

">  :
Ãäå èãðàòü? baca forum
">  :
Hermes Birkin Replica baca forum
">  :
Rolex Replica Watches baca forum
">  :
Louis Vuitton Designer baca forum
">  :
lv Designer baca forum


 


Copyright © 2008 - 2014 PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, Gedung Bumi Asih Jaya,
Jl. Matraman Raya No. 165-167 Jakarta Timur 13140. All right reserved. (VS)