KASIHILAH SESAMAMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI
 
Bumi Asih Jaya ASuransi

LINK MENU UTAMA

KURS BAJ

KURS INDEKS
7310 Kurs BAJ7310 Kurs BAJ7310 Kurs BAJ7310 Kurs BAJ 880 Kurs BAJ880 Kurs BAJ880 Kurs BAJ

VALAS

Sumber: BCA, dibuat: VS

ARTIKEL

Tips Memilih Produk Asuransi Jiwa Secara Bijak

          Banyak alasan atau faktor yang membuat seseorang menunda memiliki atau membeli produk asuransi jiwa. Ada yang beralas ...

Menjadi Penolong Saat Krisis
Asuransi Sebagai Perencanaan Keuangan Keluarga
Kualitas Seorang Pemimpin
Mulailah Berasuransi


Anda Pengunjung ke:

313854 Visitors313854 Visitors313854 Visitors313854 Visitors313854 Visitors313854 Visitors

 

Outlook Perasuransian 2010: Siap Berjaya Kembali Setelah Terhempas Badai

Kembali  | Lihat News Service Lain
Tidak ada badai yang tidak berlalu. Begitu juga dengan badai krisis keuangan global yang sempat menghantam setiap pelaku bisnis dan juga masyarakat umum pada 2008 silam.

Kini badai krisis perlahan sirna. Setidaknya itulah menjadi optimisme sejumlah pihak dalam menyongsong awal tahun baru ini.

Bagaimana dengan dunia perasuransian di Indonesia? Akankah optimisme serupa akan mengantarkan industri ini kembali ke masa jayanya sebelum krisis? Kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Faktanya industri asuransi nasional memang mulai menunjukkan ada tanda-tanda kebangkitan sejak awal dan pertengahan tahun 2009.

Di sektor asuransi jiwa misalnya. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan, industri asuransi jiwa berhasil membukukan total pendapatan premi Rp43,36 triliun hingga kuartal III-2009. Angka itu meningkat sebesar 14,44% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp37,89 triliun.

Peningkatan pendapatan premi juga didukung oleh meningkatnya pendapatan premi produksi baru (new business) yang mencapai Rp28,61 triliun atau meningkat 11,49%. Padahal, pendapatan bisnis baru pada kuartal I dan II sempat tercatat minus sebesar 11,52% dan 6,67%.

Ketua AAJI Evelina Pietruschka mengatakan, pertumbuhan bisnis asuransi jiwa tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi yang mulai membaik. "Kinerja bisnis asuransi jiwa akan terus meningkat seiring dengan menguatnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi dan juga kesadaran untuk berinvestasi pada produk asuransi," tutur dia.

Selain premi yang meningkat, perbaikan juga terjadi untuk hasil investasi secara sangat signifikan. Industri asuransi jiwa nasional terus mencatat perbaikan pada pos hasil investasi, setelah sempat terkoreksi tahun lalu.

Hasil investasi industri asurnsi jiwa tercatat sebesar Rp17,58 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat minus Rp2,05 triliun.

"Atas dasar pertumbuhan-pertumbuhan yang berhasil diciptakan industri asuransi jiwa tahun 2009, kami cukup optimistis pertumbuhan akan tetap terjadi pada tahun ini. Kami berharap kondisi perekonomian nasional dan global tetap terkendali, sehingga dapat menopang pertumbuhan-pertumbuhan tadi," tutur Evelina.

Optimisme yang dilontarkan oleh asosiasi jiga diamini oleh sejumlah pelaku asuransi jiwa, baik nasional maupun joint venture.

Presiden Direktur PT Allianz Life Indonesia Jens Reisch mengatakan, pihaknya optimistis terhadap pertumbuhan bisnis asuransi jiwa tahun ini. Pertumbuhan terutama didukung oleh produk asuransi berbasis investasi (unit linked).

"Produk unit linked kemungkinan masih menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia, selain asuransi kesehatan dan pendidikan. Saya yakin, pertumbuhan unit linked, terutama di premi reguler, akan mengalami pertumbuhan yang berarti. Begitu juga dengan aktivitas top up" jelas Jens.

Senada dengan Jens, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rachim melihat adanya potensi pertumbuhan yang cukup besar pada ahun ini. "Kami menargetkan pertumbuhan pendapatan premi bisa mencapai 20%," tegas Hendrisman.

Meski demikian, industri asuransi jiwa, kelihatannya memang belum mampu menunjukkan tren-tren pertumbuhan yang terlalu bombastis seperti halnya pada tahun di mana krisis belum merajalela.

"Pada 2007, industri asuransi jiwa mampu menunjukkan pertumbuhan bisnis yang sangat tinggi yakni melebih angka 50%. Itu merupakan pertumbuhan yang sangat tinggi. Sepertinya industri masih perlu berusaha dengan ekstra keras agar pertumbuhan serupa bisa kembali terjadi," tegas Evelina.

Salah satu upaya yang akan dilakukan AAJI dalam menopang pertumbuhan industri asuransi jiwa adalah dengan memperjuangkan adanya insentif pajak bagi pemegang polis asuransi jiwa. Pemberian insentif pajak bagi pemegang polis menjadi salah satu agenda utama AAJI pada tahun ini.
"Kami telah melakukan studi banding ke beberapa negara dan hasilnya menunjukkan bahwa pemberian insentif pajak mampu meningkatkan pertumbuhan asuransi jiwa di negara yang bersangkutan. Untuk itu, kami berharap pemerintah bisa mengabulkan permohonan kami," ujar Direktur Eksekutif AAJI Stepphen juwono.

Tantangan Regulasi
Satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus dari segenap pelaku industri asuransi di Indonesia tahun ini adalah dimulainya tahap pertama peraturan mengenai modal sendiri minimum. Berdasakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, perusahaan asuransi diwajibkan memiliki modal sendiri minimum sebesar Rp40 miliar. Modal itu kembali harus ditingkatkan menjadi Rp70 miliar pada 2012 dan Rp100 miliar pada 2014.

Berdasarkan data Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), jumlah perusahaan asuransi jiwa dengan modal sendiri di bawah Rp40 miliar mencapai 15 perusahaan.

"Waktunya sudah tidak lama lagi. Sudah seharusnya perusahaan asuransi tidak berlamban-lamban lagi dan menyikapi hal ini dengan lebih serius, misalnya dengan melakukan merger," tutur Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata.

Selain aturan mengenai permodalan, industri asuransi kemungkinan juga akan dibanjiri sejumlah regulasi lainnya. Pasalnya, Bapepam-LK tengah menyiapkan seperangkat aturan yang siap di-launching tahun depan. Salah satunya adalah peraturan mengenai produk yang dipasarkan perusahaan asuransi.

"Kalau sekarang perusahaan membuat produk dalam laporannya harus melampirkan beberapa hal. Nantinya, kami berencana untuk mendorong perusahaan punya tata kelola tertentu dalam hal mendesain, menjual, memasarkan, dan memonitor kinerja dari produk yang terkait," jelas Isa.
Kini, peluang dan tantangan sudah di depan mata. Sanggupkah industri ini menjawab tantangan dan peluang itu? Jawabannya pasti. Benih kesuksesan pun sudah di depan mata.


(Investor Daily-Bimi Dwi Hardanti) BAJ-News Service, 15-01-2010 by: hanny.

Kembali | Lihat News Service Lain

 
Kontak Kami : 021 - 2800700

BAJ Live Help


Yayasan Beasiswa

FORUM DISKUSI

Bincang Bebas :
Penderitaan Distrik baca forum
Cerita Lucu :
Kapal perang RI vs Kapal Perang Malaysia baca forum
Cerita Lucu :
Hari merdeka baca forum
Bincang Bebas :
10 Fakta penyebab mengapa anda tdk beruntung baca forum
Cerita Lucu :
Diuber Celeng baca forum


 


Copyright © 2008 - 2010 PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, Gedung Bumi Asih Jaya,
Jl. Matraman Raya No. 165-167 Jakarta Timur 13140. All right reserved. (VS)